Kerampokan, Venna Melinda Shock
Tatang yang menjadi kurir perusahaan PT Qualita Prima Pariwara milik artis Vena Melinda, dirampok saat membawa uang dari Bank Nagari Cipulir menuju kantornya. Perampokan terjadi di Jalan Praja, Jakarta Selatan.
“Dia dirampok oleh empat orang menggunakan dua sepeda motor saat ban motornya kempes,” kata Budi, seorang karyawan PT Qualita Prima Pariwara, kemarin.
Pada Kamis (30/7) siang, Tatang mendapat tugas dari manajernya untuk mengambil uang dari bank sebesar Rp 139 juta. Oleh Tatang, uang tersebut dipisahkan menjadi dua kantong yang disimpan di dalam sebuah tas. Yang satu berisi Rp 50 juta, lainnya berisi Rp 81,9 juta.
Sore harinya, pukul 15.30 WIB, Tatang melapor ke kantor. Katanya, dia dirampok.
“Saat kami temukan, Tatang duduk di selokan sambil memeluk sisa uang yang masih ada di tas,” kata Budi.
Pihak PT Qualita Prima Pariwara lalu melapor ke Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan pemeriksaan terhadap Tatang dan hasil olah TKP, polisi menemukan kejanggalan soal jumlah uang yang hilang. “Kami masih memeriksanya lebih dalam,” kata Kepala Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Inspektur Satu Prayitno.
Menurut suami Venna Melinda, Ivan Fadillah, pada tahun 2003 lalu, Tatang juga mengaku pernah dirampok saat membawa uang Rp. 17 juta. “Saat itu duitnya hilang semua,” katanya. Mengetahui uangnya dirampok, Venna shock. “Iya kagetlah, namanya juga istri,” kata Ivan, kemarin.
Ivan juga merasakan keganjilan dalam peristiwa tersebut. Sebab, tak biasanya Tatang mengambil uang dari Bank Nagari seorang diri. “Prosedurnya tak sendiri,” jelasnya.
Tatang yang telah bekerja selama 10 tahun kepada Venna Melinda masih diperiksa secara intensif. “Masih kita lacak ke kontrakannya. Rumahnya di Bogor,” kata Kapolsek Kebayoran Lama, Makmur Simbolon.







