JAKARTA- Global TV akan membawa kasus kekerasan yang dilakukan suami Krisdayanti, Raul Lemos, ke Dewan Pers. Rencananya, dua wartawan Global TV akan mendatangi kantor di Jalan Kebon Sirih tersebut.
“Kita akan ke dewan pers,” ungkap Pemimpin Redaksi Global TV, Arya Sinulingga, saat berbincang dengan Okezone.com, Rabu (27/7/2011).
Arya menjelaskan pihaknya akan mengadukan kasus kekerasan yang dilakukan Raul Lemos saat di Bandara, Senin 25 Juli kemarin. “Kita akan adukan tindakan yang menjurus kepada kekerasan yang dilakukan Raul,” ujarnya.
Dalam kesempatan nanti, pihaknya juga akan meminta perlindungan dari Dewan pers terhadap pekerja jurnalis mereka. “Kita juga akan meminta perlindungan,” katanya.
Hari ini dua jurnalis Global TV, Adit dan Kiki, juga kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Kemarin, mereka menjalani berita acara pemeriksaan selama sehari penuh. “Sekarang bertugas lagi Mas,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.pemeriksaan yang dilakukan di Polres Bandara Cengkareng.
Senin 25 Juli kemarin, Raul Lemos mencekik wartawan Global TV bernama Kiki. Hal ini dilakukan saat Kiki mencoba menghalangi Raul yang ingin mengambil kamera yang dipegang rekannya, Adit. Raul tidak suka saat Adit tetap menyorotkan kamera kepada dirinya dan KD, setelah menolak diwawancara.(uky)
JAKARTA – Menjadi korban pelecehan seksual tidak membuat Widi ‘Vierra’ minder atau trauma. Dia terlihat menonton konser Incubus, semalam, di Istora Senayan, Jakarta.
Di tersebut, Widi tidak sungkan menggandeng mesra seorang pria yang diakuinya sebagai teman biasa. Namun ketika ditanya lebih jauh perihal pria tersebut, Widi menghindar.
“Teman nih. Tapi memang aku rajin nonton konser. Rajin datang ke konser gitu,” kilah Widi yang ditemui saat konser Incubus, di Istora Senayan, Jakarta (26/7/2011) malam.
Vokalis band Vierra itu mengaku, kedekatan dengan pria yang bersamanya tidak ada hubungan dengan kondisi psikologis pascamenjadi pelecehan seksual.
“Enggak nyambung itu,” tutupnya.
Seperti diketahui, Widi diculik tiga lelaki tak dikenal saat hendak pulang dari sebuah kafe di kawasan Kemang, Rabu, 6 Juli 2011, sekira pukul 04.00 WIB. Widi langsung melapor ke Polres Jakarta Selatan dan menjalani visum di RSCM.(efi)
JAKARTA- Film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 dipastikan akan tayang di Indonesia 29 Juli 2011. Namun film lain yang banyak dinanti seperti Transformers: Dark of The Moon belum dipastikan tanggal penayangannya.
“Baru Harry Potter itu saja dulu. Kalau Transformers belum tahu kapan diputar. Yah, ini (Harry Potter) saja dulu. Biar ada jedanya,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafrudin saat berbincang dengan okezone, Selasa (26/7/2011) malam.
Djonny menambahkan, pihaknya juga coba mengakomodir film-film nasional. Apalagi, selama bulan ramadan dan hari raya lebaran, sudah ada sekira enam film nasional yang akan ditayangkan.
“Perlu disesuaikan juga sama film nasional. Menjelang lebaran ini sudah ada enam film nasional seperti film Tendangan dari Langit dan yang lainnya,” urainya.
Sebelumnya diberitakan, setelah menunggu proses lama dan berbelit-belit film Harry Potter dipastikan akan tayang di Indonesia pada Jumat, 29 Juli 2011. Lamanya proses itu disebabkan masih belum beresnya urusan pajak para importir film-film Hollywood.
Padahal, di London, premier film Harry Potter and the Deathly Hallows II telah dilangsungkan di Trafalgar Square, London, Inggris, pada 7 Juli 2011. Film yang dibintangi Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson itu juga sudah tayang pada 14 Juli 2011 di Singapura.(rik)
JAKARTA – Mantan Ketua Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) Jenny Rachman tak kecewa atas absennya para tergugat dalam persidangan kasus Parfi.
“Kita maklumi. Mudah-mudahan para yang tergugat bisa sadar,” papar Jenny yang ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/7/2011).
Jenny bersama artis senior lain seperti Roy Marten, Yati Octavia, Pangky Suwito, Boy Tirayoh, Mpok Atik, dan Edis Adelia berharap kursi kepemimpinan Parfi dapat dipangku orang layak memimpin.
“Mudah-mudahan perjuangan kita untuk organisasi ini dimudahkan. Lembaga peradilan ini lebih bijak. Organisasi ini layak dipimpin oleh artis dan aktor yang credible dan profesional di bidangnya. Ini bukti kita prihatin bahwa Parfi harus dipimpin oleh orang yang credible, profesional. Kita komitmen semua, prihatin, agar organisasi kita kembali ke tangan orang yang credible,” ujar Jenny.
Sidang perdana kasus kisruh pemilihan Aa Gatot Brajamusti sebagai ketua Parfi digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, beberapa tergugat termasuk Aa Gatot tidak hadir tanpa alasan jelas.
Lantaran tergugat tidak hadir, sidang terpaksa ditunda dan baru akan dilanjutkan pada Senin, 1 Agustus 2011, pukul 10.00 WIB. Jenny tak masalah sidang diundur sampai hari pertama bulan suci Ramadan. “Enggak, pahalanya gede malah puasa-puasa sidang,” tukasnya.
Jenny Rachman menggugat hasil kongres Parfi ke-14 yang dinilainya tidak sah karena AA Gatot diduga telah memalsukan data untuk mendapatkan kartu anggota sampai akhirnya mendapatkan hak suara penuh dari anggota Parfi demi mendapatkan kursi ketua Parfi.(ang)
JAKARTA – Pembacaan tuntutan terhadap dua personel ‘Kangen Band’, Andika dan Izzy dijadwalkan hari ini. Namun, tuntutan urung dibacakan. Andhika menganggapnya sudah takdir.
Alasan penundaan sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (26/7/2011), karena pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai merampungkan tuntutan.
Menanggapi penundaan itu, Andika mengaku tidak dapat berbuat banyak dan memasrahakn hal tersebut kepada Pengadilan.
“Yah biasa saja. Mungkin sudah takdirnya kali,” ujar Andika pasrah yang ditemui usai sidang.
Sidang berikutnya akan dilanjutkan pekan depan, 2 Agustus 2011, masih dengan agenda pembacaan tuntutan.
Andika dan Izzy ditetapkan sebagai terdakwa kasus narkoba karena hasil tes urinnya positif. Aparat menggerebek markas Kangen Band di Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu, 12 Maret 2011. Dari hasil penggeledahan ditemukan tiga pot tanaman ganja berukuran 3-4 cm. Polisi juga menemukan 40 gram ganja kering yang belakangan diketahui milik sopir Andika, Rahmatulloh.(efi)