Elma Theana Ajak Artis Baru Gabung ke Parfi
JAKARTA – Elma Theana terpilih menjadi salah satu pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) di bawah kepemimpinan Aa Gatot Brajamusti. Bintang sinetron Kasih dan Cinta itupun mengajak artis-artis muda bergabung dengan Parfi.
“Kalau mereka tahu Parfi itu sangat amat luar biasa manfaatnya deh,” promo Elma yang ditemui di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2011).
Bintang film Dalam Mihrab Cinta ini menyesalkan masih sedikit artis-artis muda yang tergabung dalam Parfi. Padahal, kata Elma, dengan bergabung ke Parfi para artis muda itu bisa bertemu dengan banyak artis senior.
“Silaturahmi itu penting. Supaya mereka ingat kita, tapi kalau sekarang gimana dong artis-artis muda kebanyakan enggak mengerti bagaimana Parfi. Pokoknya mereka masih enggak mengerti deh bagaimana Parfi itu,” sesalnya.
Elma Theana terpilih sebagai biro Usaha pengurus Parfi periode 2011-2016. Selain Elma, artis lain seperti Toro Margens dan Happy Salma juga ikut terdaftar dalam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parfi yang baru saja dilantik hari ini.(rik)
Elma Theana Sesalkan Artis yang Jual Keseksian
JAKARTA – Elma Theana menyayangkan tingkah artis pendatang baru yang hanya mengumbar keseksian demi meraih popularitas instan.
“Iya sangat menyayangkan. Tapi ya mau bagaimana lagi semuanya itu sudah terjadi. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya aku bertahan di dunia (entertainment) ini,” ujar Elma yang ditemui di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2011).
Meski begitu, Elma tak mau terlalu banyak ikut campur dengan artis-artis yang hanya mengumbar sensasi dan kemolekan tubuh. Dia menyadari, ada artis yang memang sebenarnya punya kualitas, tapi ada juga yang hanya mengandalkan tubuh seksi semata.
“Saya enggak bilang mereka enggak bagus. Ada yang bagus, ada juga yang hanya mengandalkan muka saja. Tapi dulu kalau enggak benar-benar punya kemampuan, enggak bisa masuk deh di dunia (keartisan) ini,” tegasnya.
Artis yang sekarang memakai kerudung ini bersyukur bisa bertahan lama di dunia entertainment. Terbukti, artis yang melejit lewat iklan vitamin C itu masih sering mendapat tawaran bermain sinetron, meski bukan lagi sebagai pemeran utama.
“Saya beruntung bisa ikut main sinetron ini. Saya juga untung-untungan dipanggil, secara umur saya sudah 35 tahun. Jarang-jarang kan yang sudah berumur masih bisa bertahan,” tandasnya.(rik)
Nikita Willy Bangga Dijuluki Artis Termahal
JAKARTA – Dijuluki sebagai aktris dengan bayaran termahal, Nikita Willy berharap predikat tersebut tetap melekat kepadanya. Gadis 16 tahun ini bersyukur dengan julukan terbarunya tersebut.
“Alhamdulillah, senang banget dibilang seperti itu dan ya mudah-mudahan tetap seperti itu. Bersyukur saja karena itu kan julukan sangat baik buat aku,” terang Nikita yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/6/2011).
Bintang sinetron Putri yang Ditukar ini merasa tak ada yang harus diubah dalam dirinya akibat adanya julukan tersebut. Nikita tetap menerapkan sikap profesional sebelum maupun sesudah adanya julukan tersebut.
“Ya mungkin dari diri sendiri sajah, enggak usah pakai julukan itu. Sebagai pekerja, kita juga harus profesional dalam bidang apapun. Harus konsentrasi dalam bidang apapun,” ucapnya.
Kekasih Bara Tampubolon ini juga tak pilih-pilih peran. Jika urusan pekerjaan, dia hanya mengikuti arahan manajer yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“Aku sih kalau mama bilang A, ya aku melakukan A. Ikut saja kalau mama bilang apa. Kadang-kadang kalau mama kasih aku besok ada ini nih, terus aku enggak begitu suka, kita bisa mengobrol atau diskusi,” paparnya.(rik)
“Artis Bawa Tas Bermerek dan Mobil Sport, Buat Aku Gak Penting!”
JAKARTA – Kesan artis glamor nampaknya sangat jauh dari citra Cinta Laura. Dara cantik berdarah Jerman- Indonesia ini mengaku tak pernah luput untuk beramal.
“Cara aku manage uang, semua yang aku dapat dari entertain, aku tabung. Banyak yang aku tabung itu ke yayasan mami. Buat ngebangun sekolah rusak,” ujar Cinta ditemui di gedung Smesco, Minggu (19/6/2011).
Pelantun Oh Baby ini juga paling anti menghamburkan uangnya untuk membeli barang-barang bermerek. Menghamburkan uang berpuluh juta untuk sebuah tas bermerek buatnya hal yang sangat mubajir.
“Semua uang aku buat sosial aku nggak pernah beli berlian, tas bermerek. Satu tas 60 juta itu nggak penting buatku. Itu bisa buat beasiswa beberapa anak setahun. Gak masuk diakal banget,” terangnya.
Cinta yang bersama sang ibunda Herdiana, membangun 11 sekolah sejak tahun 2003 ini menambahkan tak apa menikmati hasil kerja asal bisa membahagiakan orang lain juga.
“Kalo artis-artis bawa tas bermerek dan mobil sport, buat aku nggak penting! Enggak harus kayak gitu buat nunjukkin kita sukses. Yang penting kita happy dan bisa bikin orang happy,” tukasnya.(tre)
Suf Yusuf Juga Dibesuk Artis GASS
BANDUNG – Sejumlah seniman dan artis Jawa Barat yang tergabung dalam Gabungan Artis Seniman Sunda (GASS) Jawa Barat juga membesuk pelawak senior Suf Yusuf yang tengah sakit.
Suf Yusuf merupakan aktor lawak yang tenar di era 60-70an. Dia pernah bermain di 30 film, pentas dengan berbagai grup komedi, termasuk dengan Kang Ibing dan Abah Us-Us. Sejak 28 Mei, seniman lawak ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat.
“GASS yang diwakili Putty Noor sudah menengok bapak sambil memberikan bantuan,” ungkap putra tunggal Yus, Jaka Sutiasa (31), di RSUD, Rabu (8/6/2011).
Jaka berharap, kunjungan sejumlah artis dan pejabat Pemkot Bandung bisa meringankan pembiayaan rumah sakit. “Soal biaya, adanya kunjungan Walikota Bandung mudah-mudahan jadi tanda-tanda (akan ditanggung). Ya kalau bisa, kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Jaka menuturkan, ayahnya memang mengidap diabetes sejak 1995 ketika sedang syuting film Si Kabayan bersama almarhum Kang Ibing. Setelah diperiksa dokter RSUD, ternyata ada flek di paru-parunya.
Ini sudah yang ketiga kali Suf masuk rumah sakit. Bahkan pada 2002, dia pernah koma empat hari di ICU RS Advent. Sejak saat itu, Suf berhenti main film dan sinetron. “Paling menghibur di acara Dompet Dhuafa untuk amal,” imbuhnya.
Di era 60-70an, Suf tergabung dalam grup Empat S, yaitu Sam (ayah Andi/rif), Suryana, Sofian, dan Suf Yusuf. Namun kini, grup lawak legendaris tersebut tinggal menyisakan Suf karena personel lain sudah meninggal.
“Sekarang yang masih ada dan pernah main dengan bapak tinggal Aom Kusman, Maman Wijaya, Rudi Jamil, dan Sambas D’Bodor,” ujarnya.
Salah satu rekan Suf di panggung dan film, Rudi Jamil, menuturkan bahwa Suf merupakan tipe pelawak pencetak gol. Di atas panggung, dia sebagai penerima unpan lawakan untuk kemudian menuntaskannya hingga membuat orang tertawa.
Kekhasan Suf, misalnya dalam memberikan pidato dia mengawalinya dengan istilah ‘ladies and gentleman’. Saat menyebut ‘ladies’, tangan Suf akan menutup dada dan saat menyebut ‘gentleman’ tangannya akan menutup bawah perut.
“Ini ciptaan Suf,” ujar pelawak yang pernah main sepanggung dan sefilm dengan Suf itu.(ang)






