Tak Bisa Naik Motor, Petra Sihombing Ogah Ikut Geng Motor
Rabu, 25 April 2012 13:22 wib
Rama Narada Putra – Okezone
JAKARTA- Menyikapi perilaku brutal geng motor, penyanyi Petra Sihombing menilai seharusnya komunitas motor seperti itu dibentuk untuk melakukan hal-hal bermanfaat. Bukan merusak yang selama ini mereka lakukan.
“Menurut gue bikin geng motor bertujuan bukan untuk bikin onar, harusnya untuk sesuatu yang membangun, harusnya ada suatu tujuan yang mulia,” kata Petra saat berbincang dengan okezone.
Banyaknya korban kekerasan yang dilakukan geng motor, pelantun “Pilih Saja Aku” ini berharap tidak menjadi korban kekerasan geng motor. Petra mengakui merupakan orang yang tidak menyukai dunia otomotif, bahkan hingga saat ini dia belum bisa mengendarai sepeda motor.
“Gue enggak bisa naik motor, cuma bisa bawa mobil, itu juga bisa matic. Gue juga enggak suka automotif. Dari dulu cuma musik saja, ada beberapa teman gue yang ikut klub motor tapi enggak seperti itu,” tandasnya.
(rik)
Video Porno Tersebar, Keluarga Tulisa Ikut Kesal
Selasa, 17 April 2012 21:02 wib
Elang Riki Yanuar – Okezone
LONDON- Ayah Tulisa Contostavlos mengaku ikut terpukul ketika video porno anaknya beredar luas di internet. Apalagi, video porno itu disebar mantan kekasih Tulisa sendiri. Justin Edwards.
“Justin memang telah benar-benar membuat keluarga pada terpukul dan menghancurkan kami ke dalam beberapa hal. Tulisa memang kuat, tapi itu merusak kepercayaan dirinya,” kata ayah Tulisa, Plato seperti dikutip Digitalspy, Selasa (17/4/2012).
Plato pernah berbicara dengan Tulisa setelah video porno tersebar luas. Tulisa sangat terpukul dan malu semua orang dengan bebas melihat aktivitas yang harusnya menjadi konsumsi pribadi itu.
“Dia sangat kecewa. Aku coba bicara dengannya tapi dia tidak bisa bicara. Justin telah merobek hati Tulisa berkeping-keping,” katanya.
Plato sendiri sebenarnya sudah punya firasat buruk ketika pertama kali melihat Justin. Dia pun tidak setuju Tulisa berhubungan dengan pria yang dikenal sebagai penyanyi bernama MC Ultra itu.
“Aku ingat ketika pertama kali bertemu Justin. Mereka berdebat di jalan. Aku langsung tidak menyukainya dan setiap kali aku bertemu dengannya dia tampak sombong dan menghormatiku,” paparnya.
(rik)
Adik Kandung Sesalkan Anak Moerdiono Ikut Laporkan Poppy
JAKARTA – Adik kandung Moerdiono, Budi Santoso dan anak-anak Moerdiono melaporkan Poppy Dharsono ke polisi. Adik kandung Moerdiono yang lain, Margono menyesalkan anak-anak Moerdiono mengikuti jejak Budi Santoso.
“Tuduhan penggelapan jam tangan dan kristal yang harganya tidak seberapa itu adalah tuduhan yang mengada-ada, dan aneh,” kata Margono saat dihubungi wartawan lewat telepon, Kamis (5/4/2012).
Selain dituduh melakukan penggelapan, Poppy juga dituduh mencemarkan nama baik keluarga Moerdiono. Padahal, kata Margono, keluarga malah mendukung buku yang dibuat wartawan senior, Derek Manangka itu.
“Saudara-saudara kandung Moerdiono minus Budi santoso juga mendukung penuh buku Pak Moer Poppy the Untold Story, karena memuat fakta-fakta kebenaran yang bertujuan memuliakan almarhum Moerdiono. Kami menilai isi buku adalah fakta kebenaran. Pelaporan itu adalah bentuk kepanikan dari anak-anak kandung almarhum dan Budi Santoso atas terbongkarnya kepalsuan mereka selama ini,” jelasnya.
Meski begitu, Margono mengakui Moerdiono kurang dekat dengan anak-anaknya, karena kesibukannya menjadi pejabat di era Soeharto. Namun, kata Margono, hal itu tidak bisa dijadikan alasan anak-anak Moerdiono dan Budi Santoso menyerang Poppy Dharsono yang merupakan istri Moerdiono.
“Kita memang melihat ada hubungan yang retak antara almarhum dengan anak-anaknya. Almarhum memang tidak dekat dengan semua anak-anak kandungnya yang dianggap tidak pernah membela kehormatan almarhum, dan tidak pernah peduli atas kondisi bapak mereka. Itu adalah fakta yang kami saksikan selama bertahun-tahun. Moerdiono bahkan sering mengungkapkan kekecewaan terhadap anak-anaknya di hadapan keluarga,” tutupnya.(rik)
Ikut Nonton “The Raid”, Iko Uwais Bikin Heboh
JAKARTA- Kehebohan terjadi di bioskop Blok M Square, Jakarta dalam penayangan perdana film The Raid Pasalnya, sang bintang utama, Iko Uwais ternyata terlihat hadir menonton.
Para penonton pun dibuat terkejut dengan kehadiran Iko dan tim di rumah produksi Merantau Films. Mengetahui ada Iko, para penonton langsung meminta foto bareng.
“Alhamdulillah responnya sangat luar biasa. Berarti ada tanggapan positif dari masyarakat,” kata Iko usai nonton bareng saat berbincang dengan okezone di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2012).
Kedatangan Iko menonton bareng memang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Aktor yang mendapat banyak pujian berkat akting dan kemampuan silatnya mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang menonton The Raid.
“Sebenarnya kita mau nonton bareng sama anak-anak merantau, cuma kita dari pagi kan live di TV. Sejauh ini Alhamdulillah mereka sangat appreciate. Terima kasih,” ucap Iko.
Diakui Iko, antusias masyarakat ternyata begitu besar hingga membuat dirinya tak menyangka. Bahkan, pada jam tayang pukul 16.50 WIB tempat duduknya sudah penuh.
“Kita enggak menyangka, kita membuat film, kita mau menghibur penonton,” katanya.
Selain diputar di Indonesia mulai hari ini, film The Raid juga diputar serentak di beberapa Negara seperti Amerika. Ini merupakan pertama kalinya film Indonesia ditayangkan serentak di Indonesia dan Hollywood.(rik)
Takut Diusir, Indra Bekti Malas Ikut Tawuran
JAKARTA – Indra Bekti sangat takut jika melihat tawuran antarpelajar. Semasa sekolahnya dulu, pria yang berprofesi sebagai presenter ini memilih pulang ke rumah daripada ikut tawuran.
“Pernah aku lihat tawuran masih sekolahan, saya siap pakai jurus kabur. Saya juga takut diomelin sama orangtua. Kalau ikut kayak begitu saya bisa diusir sama orangtua saya. Jadi penting banget pendidikan dari orangtua,” katanya ketika ditemui di Radio Prambors di Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).
Indra juga mengajak anak muda untuk jauh dari tindak kejahatan lewat program yang akan dijalankan nanti. Indra kampanye tentang anak muda yang tidak melakukan tindak kekerasan.
“Aku mau mengajak anak muda untuk tidak melakukan tindak kekerasaan sesama anak muda. Aku juga mau anak muda hidupnya jauh dari kekerasan,” jelasnya.(rik)







