Dibilang Bawa Narkoba 2 Kg, Novia Ardhana Syok
JAKARTA- Novia Ardhana tak mau ambil pusing dengan kabar yang meyebut dirinya tertangkap tangan memiliki narkoba seberat 2 kilogram di salah satu apartemen di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin. Dia menganggap kabar itu hanya lelucon.
“Jujur awalnya saya pikir pas Mas Henry Yoso (Henry Yosodiningrat) telepon itu saya pikir bercanda, karena bisa seperti ini. Tapi semua keluarga merespon semua,” ujar Novia ditemui Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2012).
Setelah mengecek pemberitaannya di dunia maya, anggota GRANAT (Gerakan Anti Narkoba) inipun tak menyangka kabar bohong itu telah ramai dibicarakan publik.
“Setelah saya bangun pagi, saya langsung buka internet, dan ternyata benar beritanya sudah ramai sekali. Ada satu media online yang menyatakan bahwa saya tertangkap lagi,” sesalnya.
Pemberitaan tersebut membuatnya syok mendengar hal itu.
“Itu membuat saya syok, sampai saya minta anak saya dijemput sama papanya,” pungkasnya.(rik)
Doyok Masih Konsumsi Narkoba?
JAKARTA – Doyok kembali menjadi pemberitaan hangat. Dia dikabarkan kembali tertangkap pihak yang berwajib karena penggunaan narkoba.
Namun, saat desas-desus itu dikonfirmasikan, Doyok dengan tegas menganggap gosip tersebut sebagai ujian yang harus diterimanya.
“Astagfirullahalazim, alhamdulillah sekarang saya bersih total. Mudah-mudahan yang menyebarkan gosip dapat pahala,” bantah Doyok saat dihubungi via telepon, Jumat (16/9/2011).
Doyok masih trauma dengan penangkapan dirinya pada 2000. “Sudah lama, mas. Itu kan dari tahun 2000. Makanya kalau dengar begituan, saya sudah trauma,” tuturnya.
Doyok menceritakan, pernah digerebek oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) karena diduga masih mengonsumsi narkoba.
“Tiga tahun yang lalu rumah saya digerebek. Katanya, BNN mau gerebek saya. Begitu infotainment mau wawancara saya, kan paginya disiarin, paginya saya ada undangan ke Manado. Pas di airport, lah ini mas Doyok, katanya ketangkap lagi,” bebernya.(efi)
‘Bali Dangerous?’ Angkat Sindikat Narkoba di Bali
JAKARTA- Satu lagi film yang mengambil tema cerita tentang narkoba berjudul Bali Dangerous?. Film garapan MT Risyaf itu mengangkat kisah tentang sindikat perdagangan narkoba yang ada di Indonesia, khususnya Bali.
“Intinya genre triller itu drama yang masih jarang di bioskop kita. Ini unik karena ceritanya mengikat penonton dari awal sampai terakhir,” ujar Ferry Fernandes selaku penulis skenario saat ditemui di Gedung Antara, Jakarta, Jumat (19//8/2011) malam.
Film yang dibintangi Ibnu Jamil, Agus Kuncoro, Revi Mariska, Nani Wijaya ini rencananya akan dirilis bulan November mendatang.
“Bali Dangerous ini simple tapi kami bikin rumit di awal. Ini film berliku banget alurnya, kayak benang kusut. Kita bikin ribet karena biar penonton fokus dari awal,” jelasnya.
Bukan tanpa alasan film yang diproduseri HM Agung Nugroho ini memakai kata Bali sebagai judul. Hal itu agar lebih menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat film di luar negeri.
“Kenapa Bali? Ini permintaan dari sutradara kami. Oke kami bikin di Bali, karena sepertinya ini akan dijual keluar negeri juga. Tapi soal apakah benar Bali itu tempat berbahaya, makanya di situ kami kasih tanda tanya besar sekali,” paparnya.
“Ada tiga bahaya di negri ini, korupsi, narkoba dan teroris. Tiga-tiganya sudah terjadi dan makan korban. Korupsi ada di wilayah tertentu, tapi narkoba enggak memilih mangsa, enggak memilih korban. Itu yang membuat saya interesting dengan film ini,” timpal sutradara, MT Risyaf.(rik)
Agus Kuncoro Jadi Bandar Narkoba
JAKARTA- Agus Kuncoro harus menanggung resiko dari perbuatannya sebagai bandar narkoba. Tanpa dia sadari, anaknya sendiri ikut memakai narkoba yang hingga tewas karena barang haram itu.
Namun, jangan salah sangka dulu. Itu hanyalah bagian dari cerita film Bali Dangerous? yang dibintangi Agus. Bintang sinetron Para Pencari Tuhan itu berperan sebagai bandar narkoba
“Di sini saya jadi gembong narkobanya. Problemnya adalah seperti senjata makan tuan, anaknya sendiri yang makan dan ada yang mati karena narkoba. Dia sebenarnya orang yang sayang keluarga, tapi dia menjual barang haram yang merusak bangsa,” jelas Agus saat ditemui di Gedung Antara, Jumat (19/8/2011) malam.
Agus merasa tertantang dengan peran antagonisnya di film yang akan dirilis November itu. Apalagi, film itu juga punya pesan moral tentang bahaya narkoba.
“Yang pasti saya jadi antagonisnya di sini. Tantangannya bagaimana memperlihatkan bahwa narkoba adalah sesuatu yang berbahaya bagi hidup, ke anak SD saja narkoba bisa masuk itu kan sudah mengerikan,” tandasnya.(rik)
Teman Pakai Narkoba, Ibnu Jamil Marah
JAKARTA- Ibnu Jamil mengaku bersih dari narkoba. Tak heran, artis yang juga seorang presenter acara olahraga ini akan marah jika melihat temannya bawa atau menggunakan narkoba.
“Gue bukannya sok bersih, tapi gue paling benci sama hal itu (narkoba). Kalau ada teman yang bawa gue akan menjadi orang pertama yang marah,” ujar Ibnu saat ditemui di Gedung Antara, Jakarta, Jumat (19/8/2011) malam.
Dimata Ibnu, narkoba tidak punya fungsi khusus atau istimewa. Barang haram itu justru hanya membuat pemakainya mengalami kehancuran.
“Mengantisipasi narkoba bukan dari pacar atau teman, tapi dari kita sendiri. Gue mau ketawa tanpa narkoba bisa, gue mau asik-asikan tanpa narkoba bisa. Jadi menurut gue narkoba itu sifatnya sementara dan gua enggak suka itu,” tegasnya.
Sikap anti narkoba itu pula yang membuat Ibnu menerima peran di film Bali Dangerous?. Di film yang menceritakan sindikat perdagangan narkoba itu, Ibnu berperan sebagai polisi.
“Dulu saya mau sekali memerankan super hero, jadi Batman atau Spiderman tapi itu tidak mungkin bagi saya. Tapi di Indonesia ini guru dan polisi bisa jadi pahlawan. Saya di film Bali Dangerous berperan sebagai polisi yang punya misi khusus untuk memberantas narkoba,” jelasnya.(rik)






